MOTM Pertandingan Newcastle vs PSV. Pertandingan ini berlangsung di matchday tujuh fase liga Champions League, di mana Newcastle membutuhkan poin penuh untuk mengamankan posisi di delapan besar dan lolos langsung ke babak 16 besar. PSV Eindhoven datang dengan rekor bagus di liga domestik, tapi malam itu mereka kewalahan menghadapi pressing tinggi dan transisi cepat The Magpies. Gol cepat Wissa di menit 8, penyelesaian Gordon di menit 30, serta gol Harvey Barnes di babak kedua memastikan kemenangan tanpa balas. Gordon mendapat penghargaan MOTM dari UEFA dan media berkat kontribusi gol, assist tak langsung, serta kerja keras di kedua sisi lapangan. Hasil ini memberi Newcastle momentum besar menjelang laga pamungkas melawan Paris Saint-Germain. BERITA OLAHRAGA
Gol dan Keterlibatan Langsung Gordon di Babak Pertama: MOTM Pertandingan Newcastle vs PSV
Gordon menjadi pusat perhatian sejak menit awal. Ia terlibat dalam gol pembuka ketika umpan silangnya dari sisi kiri ditepis kiper PSV Matej Kovar secara buruk, lalu Bruno Guimarães mengirim bola ke Joelinton yang menyodorkan ke Wissa untuk menyelesaikan dari jarak dekat. Delapan menit kemudian, Gordon mencetak gol kedua sendiri: menerima umpan terobosan dari Wissa, menggiring melewati bek, lalu menembak dingin ke sudut bawah dari sudut sempit. Gol itu menunjukkan kecepatan, kontrol bola, dan ketenangan dalam penyelesaian. Selain dua kontribusi gol, Gordon juga aktif dalam pressing tinggi, memenangkan bola di area lawan, dan sering maju membantu serangan. Babak pertama berakhir 2-0, dan Gordon sudah menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan PSV.
Dominasi Keseluruhan dan Kerja Keras di Seluruh Lapangan: MOTM Pertandingan Newcastle vs PSV
Selain kontribusi ofensif, Gordon menunjukkan sisi lain yang membuatnya unggul sebagai MOTM. Ia tak kenal lelah menekan bek sayap kanan PSV, memaksa kesalahan, dan membantu transisi bertahan ketika tim kehilangan bola. Statistik menunjukkan ia memenangkan banyak duel satu lawan satu, menciptakan peluang tambahan, dan menyelesaikan laga dengan rating tinggi. Meski Harvey Barnes mencetak gol ketiga di menit 65 dengan penyelesaian klinis setelah umpan panjang, Gordon tetap lebih menonjol karena pengaruhnya sejak menit pertama hingga akhir. Ia juga berperan dalam membangun ritme permainan Newcastle, terutama saat Bruno Guimarães ditarik keluar karena cedera di akhir babak pertama—Gordon mengambil alih tanggung jawab lebih besar di sisi kiri. Performa ini kontras dengan beberapa laga sebelumnya di mana ia dikritik karena kurang konsisten, tapi malam ini ia tampil di level terbaik.
Mengapa Gordon Unggul atas Rekan Lain
Wissa mencetak gol pembuka dan memberikan assist untuk Gordon, sementara Barnes menutup laga dengan gol bagus di babak kedua. Namun, Gordon unggul karena dampaknya paling menyeluruh: gol, assist tak langsung, pressing, dan ancaman konstan dari sayap. Wissa memang tajam di depan gawang, tapi Gordon yang membuka ruang dan menciptakan kekacauan di pertahanan PSV. Bruno Guimarães tampil bagus sebelum cedera, tapi durasinya terbatas. Kiper Newcastle juga sigap menjaga clean sheet, tapi penghargaan MOTM biasanya jatuh ke pemain yang paling memengaruhi arah pertandingan. Gordon dipuji karena bangkit setelah periode kurang greget dan menjadi pemimpin di lapangan, terutama di atmosfer kandang yang mendukung penuh.
Kesimpulan
Anthony Gordon pantas menjadi Man of the Match dalam kemenangan 3-0 Newcastle atas PSV. Golnya, keterlibatan dalam gol pertama, serta kerja keras di seluruh lapangan membuatnya tak tergantikan malam itu. Performa ini bukan hanya soal satu laga, tapi juga tanda kebangkitan setelah masa sulit, memberi harapan besar bagi Newcastle menuju akhir fase grup. Dengan posisi semakin aman di klasemen, Gordon bisa jadi kunci sukses di laga krusial berikutnya melawan Paris Saint-Germain. Malam di St James’ Park membuktikan bahwa ketika Gordon on fire, Newcastle sulit dihentikan.
