Rumor Goretzka ke Premier League Masih Menguat. Rumor transfer Leon Goretzka ke Premier League semakin menguat menjelang musim panas 2026, dengan gelandang Bayern Munich ini siap meninggalkan Allianz Arena sebagai free agent. Pemain berusia 30 tahun asal Jerman itu menolak tawaran Arsenal di deadline day jendela transfer Januari, tapi pintu tetap terbuka untuk kepindahan ke Inggris. Goretzka yakin gaya bermainnya yang dinamis dan kuat fisik cocok dengan intensitas liga teratas dunia itu. Minat dari Arsenal, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan West Ham United membuat spekulasi ini jadi sorotan utama bursa transfer Eropa. Meski Bayern sudah memutuskan tak memperpanjang kontraknya yang habis Juni nanti, Goretzka tetap fokus menyelesaikan musim dengan baik di Bundesliga. Rumor ini bukan hal baru, tapi kini semakin konkret setelah penolakannya terhadap tawaran mendadak dari Arsenal, yang membuat klub-klub Premier League semakin optimis merekrutnya tanpa biaya transfer. INFO GAME
Latar Belakang Rumor: Rumor Goretzka ke Premier League Masih Menguat
Leon Goretzka bergabung dengan Bayern Munich pada 2018 dari Schalke 04, dan sejak itu jadi pilar lini tengah dengan kontribusi 40 gol dan 45 assist dalam 220 penampilan. Namun, musim ini posisinya tergeser oleh kedatangan pemain baru seperti Joao Palhinha, membuatnya hanya tampil 15 kali di Bundesliga dengan satu gol. Bayern, di bawah arahan Vincent Kompany, memilih tak memperpanjang kontraknya untuk meremajakan skuad, meski Goretzka masih punya kualitas tinggi sebagai box-to-box midfielder. Keputusan ini lahir dari strategi jangka panjang klub, yang fokus pada pemain muda dan adaptasi taktik baru.
Rumor ke Premier League muncul sejak akhir 2025, ketika Manchester United pertama kali dikaitkan dengannya sebagai pengganti potensial di lini tengah. Saat itu, United di bawah Michael Carrick mencari opsi jangka pendek, tapi memutuskan menunggu musim panas untuk target utama seperti Elliot Anderson atau Adam Wharton. Namun, situasi berubah: United kini kembali tertarik, melihat Goretzka sebagai tambahan berpengalaman yang bisa langsung berdampak. Penolakan Goretzka terhadap Arsenal di Januari jadi katalisator, karena dia tak ingin meninggalkan Bayern di tengah musim demi menjaga komitmennya. Ini sejalan dengan karakternya yang loyal, seperti saat dia menolak tawaran serupa di masa lalu. Statistiknya musim ini—rata-rata 2,5 tekel per laga dan akurasi passing 88 persen—masih menarik bagi klub Inggris yang butuh kekuatan di midfield.
Klub-klub Tertarik di Premier League: Rumor Goretzka ke Premier League Masih Menguat
Arsenal jadi klub terdepan dalam perburuan ini. Mikel Arteta melihat Goretzka sebagai pelapis ideal untuk Declan Rice atau Mikel Merino, terutama setelah cedera Thomas Partey. Tawaran mereka di deadline day Januari mencakup kontrak jangka pendek dengan opsi perpanjangan, tapi Goretzka menolak karena datang terlalu mendadak. Meski begitu, Arsenal tetap optimis untuk musim panas, mengingat Goretzka percaya gayanya cocok dengan pressing tinggi Arteta. Tottenham Hotspur juga tetap mengintai, dengan Ange Postecoglou mencari gelandang serba bisa untuk rotasi bersama Yves Bissouma dan Rodrigo Bentancur. Spurs punya keuntungan rivalitas London, tapi harus bersaing dengan anggaran yang lebih ketat.
Manchester United, yang sempat mundur, kini balik arah. Mereka melihat Goretzka sebagai solusi murah untuk memperkuat lini tengah yang rapuh, terutama setelah performa inkonsisten Casemiro. Dengan INEOS sebagai pemilik, United rencanakan “very big” transfer di midfield, dan Goretzka masuk daftar bersama target lain. West Ham United ikut meramaikan, di bawah Julen Lopetegui yang butuh pengalaman Eropa untuk mengejar tiket kompetisi kontinental. Minat ini tak terbatas di Inggris; Atletico Madrid, Juventus, AC Milan, dan Napoli juga mengincar, tapi Goretzka prioritaskan Premier League karena tantangan fisik dan gaya permainan yang sesuai. Kompetisi ini bisa mendorong negosiasi gaji, di mana Goretzka saat ini digaji sekitar 18 juta euro per tahun di Bayern.
Respons Goretzka dan Prospek Transfer
Goretzka sendiri terbuka soal masa depannya. Dalam wawancara baru-baru ini, dia mengakui ketertarikan pada Premier League, menyebutnya sebagai liga yang bisa memaksimalkan kemampuannya. “Saya yakin gaya saya cocok di sana,” katanya, tanpa menyebut klub spesifik. Penolakannya terhadap Arsenal bukan akhir, tapi sinyal bahwa dia ingin perencanaan matang untuk musim depan. Agennya aktif menjajaki opsi, dengan prioritas kontrak jangka menengah yang menjamin menit bermain reguler. Di usia 30, Goretzka masih prima, dengan pengalaman juara Bundesliga enam kali dan Champions League 2020.
Prospek transfernya cerah sebagai free agent, menghemat biaya klub tapi potensial naikkan tuntutan gaji. Bagi Arsenal, ini peluang tambah kedalaman skuad tanpa mengganggu FFP. United bisa manfaatkan untuk rebuild, sementara Tottenham dan West Ham lihat sebagai upgrade murah. Namun, risiko cedera—Goretzka absen 10 laga musim ini—bisa jadi pertimbangan. Transfer ini juga bisa pengaruhi dinamika tim nasional Jerman, di mana dia punya 57 caps dengan 14 gol. Jika pindah ke Premier League, dia bergabung dengan rekan seperti Kai Havertz atau Ilkay Gundogan, menambah daya tarik Bundesliga ke Inggris. Negosiasi kemungkinan dimulai Maret, dengan pengumuman Juni.
Kesimpulan
Rumor Leon Goretzka ke Premier League tak lagi sekadar spekulasi, tapi prospek nyata yang menguat pasca-penolakan Januari. Dengan status free agent, dia jadi incaran utama Arsenal, Manchester United, Tottenham, dan West Ham, yang lihat potensinya sebagai gelandang tangguh. Keputusannya prioritas Inggris mencerminkan ambisi akhir karirnya, meski kompetisi dari klub Eropa lain tetap ada. Ini bukan akhir era di Bayern, tapi babak baru yang bisa ubah dinamika transfer musim panas. Goretzka, dengan rekam jejak sukses, siap tantangan baru, dan Premier League tampak sebagai tujuan ideal. Penggemar harus pantau perkembangan, karena transfer ini bisa jadi salah satu yang paling menarik tahun ini.
